Search here and hit enter....

Jenis Penyakit Autoimun yang Beresiko Tinggi Menyerang Wanita

advertise here

Seharusnya, sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan bakteri dan virus yang menyebabkan masalah kesehatan. Tetapi hal tersebut tidak berlaku pada penderita penyakit autoimun karena auto antibodi yang dilepaskan oleh protein malah menyerang sel tubuh yang sehat. Penyebab penderita mengalami jenis penyakit autoimun tertentu yakni karena keturunan, gender, dan riwayat etnisnya.

Jenis Penyakit Autoimun yang Beresiko Tinggi Menyerang Wanita

Beberapa Penyakit Autoimun yang Banyak Dijumpai
1.    Lupus
Penyakit lupus menimbulkan inflamasi karena sel, jaringan dan organ tubuh diserang oleh sistem imunnya sendiri. Penyebab lupus belum diketahui secara pasti, dan umumnya wanita lebih bersiko terkena. Jenis lupus yang kerap dijumpai adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang seluruh sistem tubuh. Inflamasi kronis biasanya terjadi pada bagian ginjal, kulit, dan sendi.

2.    Radang usus
Kasusnya usus buntu biasa terjadi pada pasien berusia 15 hingga 30 tahun. Terganggunya sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan peradangan pada usus yang terbagi menjadi dua jenis yaitu Kolitis Ulseratif pada usus besar dan Chron’s Disease pada semua sistem pencernaan. Gejala yang muncul seperti perut kembung, nyeri, diare, penurunan berat badan, dan BAB yang disertai darah. 

3.    Hepatitis Autoimun
Peradangan pada hati dapat disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel hati. Gejala yang umum dijumpai antara lain mual, nyeri sendi, kulit yang menguning, dan feses yang berwarna pucat. Efek yang ditimbulkan antara lain penurunan BB, hipertensi, rasa cemas, dan penglihatan yang rabun. Pada kondisi yang sudah parah dapat memicu pengerasan hingga gagal hati.

4.    Diabetes tipe 1
Sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel beta di pankreas sehingga tidak lagi mampu memproduksi insulin dalam tubuh. Akibatnya adalah penumpukan gula dalam darah yang berujung pada hiperglikemia. Biasanya diabetes tipe 1 beresiko terjadi pada orang yang anggota keluarganya memiliki riwayat sama, dan orang yang berusia antara 4 hingga 14 tahun.

5.    Addison
Penyakit addison ditandai dengan rusaknya kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal. Kerusakan pada kelenjar adrenal menyebabkan ketidakmampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan garam. Gejala yang umum terjadi seperti mudah lelah, mudah mengantuk, sering haus, sering buang air kecil. Selera makan hilang, dan kecenderungan mengonsumsi makanan asin meningkat.

6.    Sklerosis Ganda
Pada sklerosis ganda, sistem kekebalan tubuh menghancurkan lapisan lemak yang berfungsi melindungi mielin atau serabut saraf. Kerusakan pada serabut saraf tersebut mengganggu jalannya komunikasi antara otak dan tubuh. Efek yang ditimbulkan antara lain kesulitan menjaga keseimbangan, penglihatan menjadi ganda, sering mengalami tremor, kesulitan berbicara, kesulitan berjalan, pusing, dan sering mengalami kesemutan.

Pengobatan tiap-tiap penyakit autoimun berbeda tergantung dari gejala yang timbul, jenis penyakit, dan sejauh mana keparahannya. Sayangnya, banyak penyakit autoimun yang belum bisa disembuhkan secara total dan permanen. Obat-obatan yang diberikan oleh dokter hanya sebatas menekan gejala penyakit, menghambat perkembangan penyakit, dan menjaga fungsi organ dalam tubuh agar tetap bekerja optimal.
Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()